KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN OLEH ROZA FERAWATI



Bismillahirrahmaanirrahiiiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabrakatuh
Salam Guru Penggerak
 
            Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang luar biasa sepanjang masa yaitu terus diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Anugerah yang tak pernah berhenti dalam setiap helaan nafas, detak jantung dan denyut nadi hingga saat ini. Sholawat beriring salam kita ucapkan untuk junjungan nabi besar kita nabi Muhammad Saw dengan ucapan Allahumma sholli ala Muhammad wa ala alihi Syaidina Muhammad, semoga kita mendapat syafaatnya di yaumil mahsyar nanti tentunya sehingga bisa berkumpul di Jannah nya Allah SWT. Aamiiiiin allahummma aamiiiinn.




            Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh pihak terkait dalam Pendidikan Guru Penggerak (PGP) atas kesempatan berharga ini kepada saya untuk meningkatkan Pengetahuan dan keterampilan saya terkhusus dalam profesi saya sebagai guru. Selanjutnya ucapan terimakasih kepada Fasilitator saya yaitu Ibu Kasminar Limbong yang secara langsung memberikan pengetahuan, bimbingan serta motivasi yang tak terhingga nilainya sehingga saya mampu bertahan dalam pendidikan ini sampai saat ini dan insyaallah akan segera menyelesaikannya dalam waktu dekat ini. Tak lupa pula saya ucapkan terimakasih yang tidak terhingga untuk Ibu Surikin selaku Pengajar Praktik saya yang selalu sabar mendampingi saya dalam susah senangnya menjalani pendidikan ini, berkat beliau saya mampu berdiri kembali saat terjatuh atau tertinggal dalam pembelajaran Pendidikan Guru Penggerak ini. Begitu pula Ibu Maulida Fitri yang selalu menyemangati saya dan teman teman agar tetap bahagia mengikuti pendidikan ini sehingga dapat menikmatinya dan mendapat pembelajaran yang bermakna.
            Koneksi Antar Materi kali ini sangat unik, karena saya dan teman teman diarahkan untuk menulis Blog rangkuman dari proses perjalanan pembelajaran Anda sampai saat ini pada program guru penggerak. Blog ? waduuhhh… gimana caranya? Harus mulai dari mana? Banyak pertanyaan di kepala saya, saya melihat di grup sesama CGP sudah ada yang mulai menulis di blog mereka. Waduh…. Masa gak bisa sih? Akhirnya keluar jurus menjelajahi mbah Youtube. Akhirnya saya mulai mengenal blog walau ini masih polos, saya bangga bisa sampai pada tahap ini. Berikut ini adalah ulasan saya terkait “KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN by Roza Ferawati



 
Filosofi Ki Hajar Dewantara dalam Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin


            Siapa yang tidak kenal sosok pelopor pendidikan Indonesia ini, Ki Hadjar Dewantara. Beliau dalam perjuangannya dalam pendidikan telah melahirkan banyak pemikiran yang saat ini menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Filosofosinya hingga saat ini terus bergema menjadi pedoman dalam melaksanakan pendidikan yang cerdas berkarakter. Salah satu filosofi pendidikan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah konsep Pratap Triloka:
 
Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan)
Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat) dan
Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan)
 
Ketiga prinsip ini memiliki relevansi yang mendalam dengan proses pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin. Dalam filosofi ini, seorang pemimpin diharapkan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menjadi teladan, mendukung, dan memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang. Prinsip ini menekankan bahwa keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mencerminkan nilai-nilai moral yang kuat dan mampu memberikan dampak positif kepada seluruh tim atau komunitas yang dipimpinnya.
 
Pengaruh Nilai-Nilai terhadap Prinsip Pengambilan Keputusan
            Nilai-Nilai dan Peran Pendidik dalam mengambil sebuah keputusan sangat berpengaruh terhadap prinsip-prinsip yang diambil dalam pengambilan keputusan. Hal ini, perlunya bagi pendidik untuk terus meningkatkan nilai nilai kebajikan yang dimiliki melalu berbagai kesempatan agar menjadi budaya positif bagi lingkungan sekolah. Nilai-nilai ini, yang sering kali terbentuk dari pengalaman hidup, pendidikan, dan lingkungan, menjadi landasan moral yang akan membimbing seorang pemimpin dalam menentukan tindakan yang tepat. Penguatan nilai nilai ini hendaknya dilakukan secara berkala dan konsisten agar terbentuk profil Pelajar Pancasila. Ketika nilai-nilai ini kuat dan positif, mereka akan menghasilkan keputusan yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab.
 
Pengambilan Keputusan dan Kegiatan ‘Coaching’
            Coaching merupakan aktifitas yang disarankan dalam meningkatkan dan mengembagkan potensi pendidik. Dalam proses pembelajaran, terutama yang melibatkan pengambilan keputusan, kegiatan ‘coaching’ oleh pendamping atau fasilitator memiliki peran yang penting. Coaching dapat membantu menguji efektivitas keputusan yang telah diambil serta menggali lebih dalam pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam proses tersebut. Sesi coaching memungkinkan refleksi dan introspeksi, membantu individu atau kelompok untuk memahami apakah keputusan yang diambil sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan, dan apakah masih ada alternatif lain yang lebih baik.
            Coaching juga melatih kita untuk melihat proses dari upaya peningkatan kompetensi bukan penilaian akhir. Hal ini selaras dengan pengambilan keputusan yang didalamnya hendaklah berpiihak pada murid sehingga pentingnya proses pembelajaran yang berkualitas. Pengambilan Keputusan berdasarkan identifikasi,pengamatan, data, fakta dan prosedur yang jelas serta melalui aktifitas yang kolaboratif maka kebijakan dapat dirasakan oleh banyak pihak.
 
Peran Guru dalam Pengambilan Keputusan
            Sebelum masuk pada modul 3.1 ini, kita terlebih dahulu diperkenalkan dengan Kompetensi Sosial Emosional (KSE). Kompetensi ini diharapkan dimiliki guru terlebih dahulu sebelum menerapkannya pada pembelajaran. Hal ini bertujuan agar guru dapat memandang muridnya dalam berbagai sudut pandang sehingga dengan sendirinya guru tersebut akan berpihak pada murid. Karena tidak ada murid yang tertinggal, hanya tidak sama kecepatan saja sehingga perlu bantuan dari guru yang memiliki KSE dan mampu menerapkan PSE dalam pembelajarannya.
            Kemampuan seorang guru dalam mengelola aspek sosial emosionalnya sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan, terutama ketika dihadapkan pada dilema etika. Kesadaran akan emosi dan nilai-nilai sosial membantu guru untuk tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses pengambilan keputusan itu sendiri. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak hanya efektif, tetapi juga etis dan bertanggung jawab.
 
Studi Kasus dan Nilai-Nilai Moral dalam Pengambilan Keputusan
            Pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Studi kasus dapat membantu kita dalam mempelajari situasi dan kondisi dari sudut pandang lain. Dengan demikian, pemimpin akan lebih banyak mendapatkan informasi dan pemahaman yang lebih luas sebelum mengambil sebuah keputusan. Nilai nilai yang dianut oleh seorang pemimpin akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Dalam hal ini, nilai-nilai moral menjadi panduan dalam menghadapi dilema dan menentukan keputusan yang paling tepat. Seorang pemimpin atau pendidik yang memahami dan memegang teguh nilai-nilai moral akan lebih mudah dalam menghadapi dilema etika dan mengambil keputusan yang adil.
 
Dampak Pengambilan Keputusan yang Tepat
            Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berpihak pada murid, yang bertanggungjawab dan memiliki unsur rasa kasih sayang dan kepedulian. Keputusan yang tepat memiliki dampak yang signifikan dalam menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Lingkungan akan terbentuk dengan nilai nilai kebajikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi segala aspek. Lingkungan seperti ini tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membantu dalam pengembangan karakter dan potensi individu. Pengambilan keputusan yang bijaksana oleh seorang pemimpin dapat menciptakan iklim yang mendukung untuk semua anggota tim atau komunitas.
 
Tantangan dalam Pengambilan Keputusan di Lingkungan Kerja
            Dalam mengambil sebuah keputusan, tentunya tidak selalu mulus. Seringkali terjadi pertentangan. Hal itu wajar jika ditemukan tantangan dalam pengambilan keputusan, terutama terkait dilema etika, sering kali berkaitan dengan perubahan paradigma di lingkungan kerja. Perubahan ini bisa berupa pergeseran nilai-nilai, budaya organisasi, atau dinamika hubungan antarindividu. Selain itu, tantangan lainnya adalah sulitnya jelaur dari zona nyaman selama ini sehingga menolak hal hal baru dengan sikap apatis. Namun, pemimpin harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini, tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar yang diyakininya, untuk membuat keputusan yang tepat.
 
Pengaruh Pengambilan Keputusan terhadap Pendidikan yang Membebaskan
            Pengambilan keputusan yang tepat dalam konteks pendidikan akan sangat mempengaruhi kebebasan belajar murid. Kekebasan belajar murid ini bukan berarti menurunnya kualitas belajar namun meningkatnya kualitas belajar karena dapat memenuhi kebutuhan murid sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya. Keputusan ini harus mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masing-masing murid, sehingga setiap individu da
pat mencapai pembelajaran yang optimal. Pembelajaran yang berpihak murid diharapkan dapat membantu murid untuk menemukenali potensi murid dan mengembangkannya menjadi sebuah pengetahuan yang berkualitas serta cakap akan keterampilan hidupnya. Seorang pemimpin pembelajaran yang bijaksana akan selalu mencari cara untuk memberdayakan murid-muridnya melalui keputusan yang mendorong kemandirian dan kreativitas. Karena dengan kemandirian dan kreatifitas murid akan membentuk karakter dengan nilai nilai kebajikan seperti rasa tanggunngjawab, memiliki tujuan hidup, merencanakan masa depan dan menemukan solusi terhadap hambatan atau kendala yang dihadapinya.
 
Dampak Keputusan Pemimpin terhadap Masa Depan Murid
            Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran dapat mempengaruhi kehidupan dan masa depan murid-muridnya. Keputusan yang bijaksana dan berlandaskan nilai-nilai moral akan memberikan dampak positif, membuka peluang, dan membentuk masa depan yang lebih baik bagi para murid. Oleh karena itu, dalam membuat keputusan yang berbasis nilai nilai kebajikan dibutuhkan kolaborasi yan baik dari berbagai pihak terkait, perlunya payung hukum serta mendengarkan pendapat dari para ahli dalam bidangnya. Jika sudah terbiasa dalam mengambil keputusan yang berbasis nilai nilai kebajikan, masih perlu refleksi secara berkala untuk mengukur keberhasilans sebuah keputusan dan menindaklanjuti peningkatan pengambilan keputusan yang lebih baik lagi.
 
Kesimpulan dan Pembelajaran dari Modul
            Setelah mempelajari modul tentang pengambilan keputusan, terutama terkait dilema etika, penting untuk mencermati bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep seperti dilema etika, bujukan moral, empat paradigma pengambilan keputusan, tiga prinsip pengambilan keputusan, dan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan memberikan kerangka kerja yang jelas bagi pemimpin dalam membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab.
            Untuk mengambil sebuah keputusan hendaknya memperhatikan dasar pengambilan keputusan yaitu berpihak pada murid, bertanggungjawab dengan rasa kepedulian serta kasih sayang. Sehingga keputusan yang diambil sedapat mungkin bijaksana serta dapat dirasakan oleh banyak orang.
 
Refleksi Pengalaman Sebelum dan Sesudah Pembelajaran
            Pengalaman sebelum dan sesudah mempelajari modul ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana konsep pengambilan keputusan dapat memperkaya pemahaman dan kemampuan dalam menghadapi situasi moral dilema. Mungkin ada perbedaan dalam pendekatan dan hasil yang dicapai setelah memahami konsep-konsep ini dengan lebih mendalam. Dengan memasuki modul ini, bertambahlah wawasan dan keterampilan saya dalam memandang sebuah kondisi, berdiskusi dalam rangka peningkatan pemahaman serta berkolaborasi dalam sebuah tim untuk merancang sebuah keputusan yang berbasis nilai nilai kebajikan. Sesudah mendapatkan pembelajaran pada modul ini, saya ingin memulai menerapkannya dalam pembelajaran saya sebagai langkah awal perubahan paradigma agar pembelajaran saya menjadi bermakna dan terampil dalam penerapannya.
 
Pentingnya Mempelajari Modul Pengambilan Keputusan
            Mempelajari topik pengambilan keputusan sangat penting bagi individu maupun pemimpin. Pemahaman yang baik tentang konsep ini akan membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik, yang pada gilirannya akan menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan individu dan komunitas. Modul ini mengantarkan kita untuk memahami peran kita sebagai pendidik, yang mana bukan saja bertugas dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada murid namun juga sebagai pengambil keputusan dalam pembelajaran. Dalm hal ini dimaksudkan untuk pengambilan keputusan metode, strategi, media, materi pembelajaran yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman para muridnya. Selain itu, pengambilan keputusan terhadap perubahan paradigma dan kemajuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
            Artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dan nilai-nilai yang dianut dapat mempengaruhi pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin, serta bagaimana penerapan konsep-konsep pengambilan keputusan dapat berdampak pada lingkungan belajar yang lebih baik.
 
 

Komentar

  1. Semangat 45 buk...dalam menyelesaikan tugasnya dan meraih impian yang di cita2kan.

    BalasHapus
  2. Whaaa keren memang Bu BK satu ini sangat menginspirasi selamat ya Bu.....dan tetap semangat

    BalasHapus
  3. Sangat keren adek... Mbak Rin banyak belajar dari dek Oza... Tetaplah menjadi pribadi yang baik, selalu berbagi dan sukses untuk adekku

    BalasHapus
  4. Luar biasa Bu Reza... Tetap semangat untuk tergerak, bergerak dan menggerakkan...

    BalasHapus
  5. Luar biasa bu roza, sangat menginspirasi... Terus menjadi inapirator bagi visi pendidikan... Bergerak tergerak dan menggerakan

    BalasHapus
  6. MashaAllah kereeen kakak, semangat untuk mengembangkan ilmunya dan terus berkarya...

    BalasHapus
  7. Masya Allah...muntaz cikgu..luar biasa....menginspirasi...uraian jelas menatik dan mudah dipahami....trimksih sdh berbagi...🙏🏻😇

    BalasHapus
  8. Mantap cekgu,sangat menginspirasi, semangat dan semoga sukses selalu

    BalasHapus
  9. Semangat ibu guru, sangat bermanfaat tulisannya 🙏🏻

    BalasHapus
  10. Semangat ya buk Roza,sangat meinspirasi,sukses selalu

    BalasHapus
  11. Luar biasa buk roza...sangat menginspirasi, terima kasih sudah berbagi buk roza, sukses selalu.

    BalasHapus
  12. Luarbisa dek oza...sangat jelas dan mudah di pahami...Sukses slalu

    BalasHapus

Posting Komentar